Featured

First blog post

This is the post excerpt.

Advertisements

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

PERSPEKTIF PROPORSIONAL 

Oleh: M. Juman Idris 

Dari Kalian mungkin menganggap bahwa ukuran kesuksesan seseorang adalah ketika bisa kerja di kantor, mempunyai kendaraan mewah, istri cantik, rumah megah, makan di restoran dan banyak lainnya. Saya kira anggapan ini tidak salah. Akan tetapi anggapan seperti ini bukan seratus persen benar. ketika dihadapkan pada kehidupan di kampung atau desa, kehidupan yang kalian anggap tersebut tidak proporsional, maka akan menjadi seratus persen salah. 

Kenapa demikian?. Kehidupan orang kampung tidak ada kesan kemewahan dan kemegahan, tidak butuh semua yang kalian anggap ukuran kesuksesan tersebut. Kehidupan bernuansa hedon hanyalah berlaku ketika hidup di kota. Artinya, kehidupan di desa harus didudukkan pada sudut pandang yang berbeda. 

Sudut pandang ini lah yang menjadikan gaya hidup kita menjadi berbeda. Kehidupan di kota ukuran hedon dan kesederhanaan berbeda dengan ukurannya di desa. Hanya kepantasan yang bisa menjadi tolak ukur tersebut. 

Banyak dari kita tidak mendudukkan perspektif ini secara proporsional, imbasnya gaya hidup pun tidak proporsional. akhirnya, menilai seseorang dari permukaan, tidak etis dan srampangan. Sikap inilah menyebabkan kekacauan di lini masyarakat. 

Agar menjadi hubungan yang harmonis di masyarakat maka dibutuhkan berfikir secara proporsional. Berfikir dan bertindak secara proporsional ini juga berlaku di semua bidang, termasuk hubungan sesama pasangan

OPTIMASI CARA BERAGAMA 

Oleh: M. Juman Idris

Manusia adalah makhluk yang sangat luar biasa, mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain termasuk malaikat, jin dan hewan. Yang membedakan dari makhluk lain adalah dibekalinya akal oleh Allah SWT, sebagai pemimpin (khalifah fi alard). Yang diharapkan bisa menjaga stabilitas di dunia, dengan kemampuan akalnya manusia bisa memberikan sisi positif dan relasi harmonis dengan Tuhanya,  antar sesama dan alam.

Akal tersebut diharapkan membuatnya bisa berfikir, yang kemudian menjadi sosok manusia yang sempurna (kaffah) dihadapan Tuhan dan ciptaan-Nya. Dengan cara menyembah dengan pasrah, tulus dan mengharap keridhoan-Nya.

Selain itu Tuhan juga mengutus rasul-Nya untuk menyampaikan risalah terkait ajaran yang berupa aturan-aturan ketat cara beragama. Dalam hal ini sebagai patokan absolut untuk menjalani ritual ritual keagamaan lewat wahyu yang disampaikan lewat perantara Jibril. Termasuk sunnah para Rasul-Nya.

Dalam perjalanannya, seiring bergulirnya waktu. Perubahan zaman tak mengelakan adanya penafsiran-penafsiran risalah. Kenyataannya penafsiran-penafsiran tersebut memunculkan berbagai polemik di kalangan pelaku agama yang memicu perpecahan dan kerusuhan. Penafsiran yang serampangan sesuai dengan nafsu dan kebutuhan keduniaan menjadikan penafsiran sesuai dengan keinginan udelnya. Dengan mengesampingkan kaidah-kaidah penafsiran. Yang berujung hilangnya nilai-nilai spirit cara beragama. Ritual-ritual yang kehilangan hikmahnya, dan lebih parahnya hikmah at tasyri‘ telah kabur dari tujuan tasyri‘ itu sendiri. Sehingga setiap penafsiran muncul dari satu aliran dan kelompok, setiap aliran atau kelompok mengklaim mempunyai otoritas penafsiran sendiri-sendiri dan dianggap paling benar. Selain kelompoknya merupakan penafsiran salah.

Dalam penafsiran teks agama sebenarnya memicu keberagaman penafsiran (multi tafsir), akan tetapi seyogyanya setiap kelompok tetap saling menghargai dan menghormati penafsiran yang lain. Suatu kali nabi pernah memerintahkan kepada para sahabat untuk tidak sholat asyar sebelum di Bani Quraizhah saat perang ahzab. Sebagian mereka masih diperjalanan saat sudah masuk waktu asyar, sebagian sahabat berpendapat tidak akan sholat asyar sebelum di Bani Quraizhah, sesuai perintah Nabi. Sedangkan sebagian yang lain berpendapat harus melaksanakan sholat sesuai dengan pemahaman mereka bahwa perintah Nabi bahwa perintah tersebut bertujuan agar mempercepat jalannya, sehingga dapat sholat di Bani Quraizhah, bukan harus sholat di tempat itu. Para sahabat saling memegang teguh pendapatnya masing-masing dan finalnya diserahkan ke Rasulullah. Pada kasus tersebut Nabi membenarkan kedua pendapat tersebut. Dari sini ijtihihad atau memberikan penafsiran pada teks boleh beragam. Akan tetapi sekarang sudah tidak pada zaman Nabi. Keputusan finalnya harus sesuai dengan bidangnya masing-masing. Artinya, seseorang boleh melakukan penafsiran teks. Dengan catatan harus sesuai dengan ketentuan dan kaidah yang seharusnya. Seperti halnya yang dipakai oleh para ulama’ terdahulu.

Akan tetapi sekarang banyak aliran yang terlalu sombong dan angkuh. Merasa pintar dan mempunyai otoritas untuk menafsirkan teks agama. Tanpa memperhatikan ketentuan dan kaidah ilmu penafsiran, sehingga apa yang di fatwa kan keluar dari jalur semestinya. Akhirnya dengan pemahaman teks agama yang salah berimbas pada perilaku dan cara beragama yang salah pula, parahnya mengafirkan pihak lain tanpa adanya tabayun terlebih dahulu.

Manjadi hamba yang optimal tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan, perlu belajar bertahun-tahun, pemahaman agama yang mendalam. Bukan dengan cara hijrah atau taubat lantas menjadi ustadz atau mujtahid. Ada rentetan proses panjang yang harus dilalui, Mempelajari banyak fan ilmu, belajar dari guru – guru yang memang mempunyai kapasitas yang mumpuni di bidangnya dan paling terakhir harus menghormati mereka yang sudah belajar bertahun-tahun dan ahli di bidangnya.

​PASANGAN IDEAL (Pendekatan minuman kesukaan). Oleh : Joman Idris

mungkin ini klise ya, hehehe. Karena selama ini, saya juga belum punya pasangan. Ooops. Curhat deh malahan. Dari beberapa survey sederhana, pengamatan rabun dekat, dan interview ecek-ecekan.  saya mencoba menjelaskan beberapa pasangan ideal dilihat dari minuman kesukaan, ketika di Cafe atau sedang makan di warung pecel lele, Hihihi. Cek it dot:
ES JERUK : Jeruk merupakan buah yang mempunyai kadar asam tinggi, biasanya orang semacam ini mempunyai semangat tinggi, tidak pemalas, isi dompet juga lumayan tebal. Mudah menyelesaikan masalah tapi minim solusi. tapi jangan khawatir, dia suka mendiskusikan dengan temannya ketika ada masalah. Secara emosional dia mudah naik, tapi juga mudah redah.
ES TEH/TEH HANGAT : Mereka yang suka pesen Teh, mempunyai karakter halus, mempunyai kekhawatiran tinggi ketika dirundung masalah, cara menyelesaikan tidak menggebu-gebu, penuh pertimbangan. Secara finansial dia pas pas an, emosinya tidak mudah naik, sekali saja naik pitam, bisa menjadi sosok monster yang menyeramkan. 
KOPI : Peminum kopi biasanya gaya hidup nya terlalu bebas, berfikirnya filosofis, karakternya selo, kehidupannya tidak mudah diatur, sulit dipahami. Rumit deh berhubungan orang dengan peminun kopi, terlalu rumit, butuh kesabaran extra untuk memahaminya. Emosi nya selo, menghadapi sesuatu masalah dengan selo respont, penyelesaian nya tidak gegabah. Toleransi pada yang lain, selalu gentar dengan hampatan dan suka tantangan.
SUSU : Peminum susu adalah pasangan yang mementingkan kondisi dirinya, dia memperhatikan kesehatan, biasanya ketika menyelesaikan masalah sangat idealis, tidak mudah terpengaruh, mempunyai prinsip yang sangat kuat. Terkait urusan emosi dia tidak labil, sangat dewasa dalam berpikir dan wibawa dalam berkepribadian. 
Hayooo gaes, siapa yang punya bribikan dengan kriteria di atas?. Ini jangan dijadikan patokan untuk mencari pasangan ya gaes. Karena alasan di atas lantas mundur dari perjuanganmu. Ini jadikan sebagai pelengkap pribadimu dan berusahalah menjadi pelengkap bagi calon pasangan Anda. Jangan sampai karena kamu mbribik berakhir mbrabak. 😂😂 joeman